Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis IHSG pulihOptimisme Purbaya: IHSG Akan Pulih Pasca Pembentukan Badan Ekspor

Menteri Keuangan menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Gabungan () akan segera mengalami pemulihan setelah pelaku pasar memahami dampak dari pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus mengelola ekspor. IHSG ditutup pada level 6.318,5, yang merupakan angka terendah dalam setahun, setelah pengumuman Presiden Prabowo Subianto mengenai badan tersebut.

“Mungkin mereka belum sepenuhnya menyadari dampak yang sebenarnya. Biasanya, dalam kondisi ketidakpastian, pasar akan cenderung menjual terlebih dahulu,” ungkap Purbaya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Peran, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa setelah pasar mendapatkan kepastian, mereka akan lebih memahami dampak positif dari kebijakan ini, yang diharapkan dapat mendorong kenaikan harga saham. Ia menekankan bahwa ini akan menutup praktik kecurangan harga, termasuk under-invoicing, sehingga menciptakan penjualan yang lebih transparan. Hal ini diharapkan memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor komoditas Sumber Daya Alam (SDA), terutama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

“Seharusnya ini dapat meningkatkan valuasi perusahaan-perusahaan di bursa, dan pada akhirnya IHSG akan mengalami kenaikan signifikan secara bertahap,” tambahnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir. Ia menegaskan pentingnya kepastian bagi investor. “Mereka mencari kepastian dan ingin mengetahui hasil dari kebijakan ini,” katanya. Pandu menegaskan bahwa kebijakan baru ini juga mempertimbangkan perkembangan pasar, khususnya di sektor saham.

Badan usaha baru yang ditunjuk untuk mengelola ekspor komoditas SDA adalah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Perusahaan milik negara ini akan menjadi eksportir tunggal untuk komoditas SDA di Indonesia.

Setelah pengumuman pembentukan badan usaha tersebut, IHSG mengalami penurunan yang signifikan. Hingga sesi perdagangan pertama pada Kamis siang, 21 Mei 2026, IHSG ditutup merosot 2,71 persen ke level 6.147. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa seluruh sektor berada di zona merah, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor barang baku (IDXBASIC) yang merosot hingga 6,34 persen. Sementara itu, sektor energi (IDXENERGY) juga mengalami penurunan yang tajam hingga 4,99 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *