TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah akun Facebook [arsip] baru-baru ini mengklaim bahwa dapat menyembuhkan atau dalam waktu kurang dari lima menit. Dalam video yang dibagikan pada 15 April 2026 tersebut, terdapat instruksi untuk menaruh sejumput garam di bawah lidah dan kemudian meminum segelas penuh air.

Klaim ini menyatakan bahwa natrium dalam garam dengan cepat mengembalikan elektrolit dalam darah. Selain itu, garam juga dikatakan dapat mengurangi pembengkakan pada pembuluh darah di otak dan menghentikan sinyal rasa sakit migrain sebelum menjadi lebih parah. Namun, apakah benar garam dapat menyembuhkan migrain dengan cepat?

Tim Verifikasi Fakta Tempo telah memeriksa klaim tersebut dengan menghubungi dokter paru-paru dan merujuk pada artikel terpercaya. Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi garam hanya dapat meredakan sakit kepala yang disebabkan oleh kekurangan cairan atau natrium. Namun, cara ini tidak efektif jika sakit kepala disebabkan oleh faktor lain.

Zubairi Djoerban, seorang Profesor Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa sakit kepala dan migrain umumnya dipicu oleh kekurangan cairan, natrium, atau garam. Konsumsi garam dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit, sehingga kadar natrium dalam tubuh kembali normal dan meredakan migrain. Namun, Zubairi juga mengingatkan bahwa migrain bisa disebabkan oleh ketegangan otot, dan dalam situasi ini, konsumsi garam tidak banyak membantu meredakan rasa sakit.

Zubairi menegaskan bahwa penyebab migrain bervariasi antar individu, sehingga penanganan sangat bergantung pada pemicu yang mendasarinya. “Penyebab yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda,” ujarnya kepada Tempo pada Jumat, 1 Mei 2026.

Dia juga memperingatkan tentang risiko konsumsi garam berlebihan, yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Seseorang sebaiknya menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti dari sakit kepala yang dialami.

Sebuah situs kesehatan, Healthline.com, menyebutkan bahwa konsumsi garam dapat membantu meredakan gejala migrain dalam situasi tertentu, tetapi juga dapat menjadi pemicu dalam kondisi lain. Gejala migrain akibat rendahnya kadar natrium dalam darah dikenal sebagai hiponatremia.

Kondisi ini memiliki dua penyebab utama. Pertama, serangan migrain dapat dipicu oleh dehidrasi saat tubuh berkeringat karena cuaca panas atau olahraga. Mengonsumsi air dengan kandungan garam tinggi dapat membantu menghidrasi tubuh. Kedua, migrain dapat terjadi jika asupan garam harian berada di bawah kebutuhan tubuh.

Sebaliknya, sebuah studi pada tahun 2021 yang melibatkan 224 wanita dan 38 pria menemukan hubungan antara tingginya kadar natrium dalam darah dan durasi migrain. Temuan ini menunjukkan bahwa asupan garam yang lebih tinggi justru dapat memperburuk migrain.

Kesimpulannya, verifikasi Tempo menyatakan bahwa klaim bahwa garam dapat menyembuhkan migrain dengan cepat adalah sebagian benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *