Petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan keberangkatan 23 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga akan berangkat haji secara nonprosedural atau ilegal. Rombongan tersebut dijadwalkan terbang ke Jeddah, Arab Saudi, melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat dinihari, 1 Mei 2026.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, menjelaskan bahwa seluruh WNI yang terlibat tergabung dalam satu grup dan menggunakan penerbangan Saudi Airlines SV827. Dari total tersebut, terdapat 12 laki-laki dan 11 perempuan.
Galih menambahkan, petugas menemukan adanya ketidaksesuaian antara informasi perjalanan yang diberikan dan dokumen yang dibawa. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa rombongan tersebut berencana untuk menunaikan ibadah haji dengan visa yang tidak sesuai dengan tujuan mereka.
“Mereka bahkan sempat diminta untuk memberikan keterangan bahwa mereka akan bekerja di Arab Saudi sebelum akhirnya mengakui tujuan sebenarnya,” ungkap Galih. Salah satu individu dalam rombongan diketahui berperan sebagai koordinator, sedangkan 22 lainnya merupakan calon jemaah haji yang berangkat secara nonprosedural.
Menindaklanjuti temuan ini, petugas Imigrasi langsung berkoordinasi dengan Satuan Tugas Haji (Satgas Haji) yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah serta Kepolisian. Hasilnya, keberangkatan seluruh rombongan ditunda untuk mencegah potensi masalah di Arab Saudi.
Galih menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan keimigrasian selama musim haji 2026. Imigrasi mengoptimalkan pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan meningkatkan analisis risiko melalui Unit Analisis Penumpang (PAU), serta memperkuat kolaborasi lintas instansi.
Sejak awal musim haji tahun ini, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta telah menunda keberangkatan total 42 WNI yang terindikasi akan berangkat secara nonprosedural. “Penundaan ini kami lakukan untuk melindungi WNI dari praktik haji nonprosedural yang berisiko menyebabkan penolakan masuk atau masalah hukum di Arab Saudi,” pungkas Galih.

